Posted by : Unknown
Selasa, 10 Mei 2016
Mengapa? Banyak
alasannya. Bukannya saya senang melihat bangsa sendiri terpecah belah, tapi cuma
senang melihat ketidakdewasaan dari komentatornya. Lucu saja, misalnya cuma karena
membela klub sepak bola idolanya, suatu bangsa harus saling ejek dan
menjelekkan satu sama lain. Padahal belum tentu klub bola idamannya itu kenal
sama mereka, wake up guys.
Dari kejadian
diatas, dapat disimpulkan belajar menjadi dewasa itu amatlah mudah. Bagaimana kalian
menghadapi provokasi dari banyak orang karena klub idola kalian lagi dihujat dan dibully karena kalah.melalui kolom komentar, dan kalian hanya
membalas dengan senyum-senyum sendiri kayak orang gila sambil memegang
smartphone.
Senyum bukan
karena benar-benar gila, namun memang menyadari dan menerima apa yang terjadi. Legowo,
inilah sikap yang jarang dimiliki oleh bangsa Indonesia saat ini. Menerima
kekalahan dan menahan diri saat menang. Sebenarnya hanya sesimpel itu. Kapan-kapan,
kita bahas sesuatu yang namanya legowo ya.
Tapi, kolom
komentar juga sangat penting dibaca karena banyak petunjuk yang mungkin
diberikan oleh admin sendiri atau dari komentator lain. Contohnya adalah jika
kalian adalah seorang penakut atau orang kagetan seperti saya, sebaiknya kalian
membaca kolom komentar sebelum memutar suatu video karena kadang ada jebakan
jump scare di akhir video. So, you will find the true power of the comment
column J
Anyway,
thanks buat kalian yang sudah buang-buang waktu baca tulisan saya. Ini cuma sekedar
opini saya, jangan terlalu dibawa perasaan. Stay tune on my blog, chao!

